Tips Sukses Memberi ASI dari Hari Pertama Setelah Persalinan.

  • 9 Desember 2019
  • 409 views
Tips Sukses Memberi ASI dari Hari Pertama Setelah Persalinan. Ilustrasi kebahagiaan suami istri ketika mengetahui sang istri telah postif hamil

Kehamilan adalah anugerah Tuhan yang maha kuasa dan menjadi kebahagian yang sangat besar untuk ibu, ayah dan keluarga. Maka tentu kita dengan semangat 45 berjuang penuh untuk mencari informasi seputar kehamilan dan persalinan.

Kadang kala, saking fokusnya, kita jadi lupa bahwa pemberian makan bayi setelah lahir juga bagian penting yang harus kita cari informasinya, siapa tenaga kesehatan yang mendukung, rumah sakit mana yang ramah pada ibu menyusui dan apa yang harus dilakukan oleh kita untuk dapat menyusui dengan baik.

Kebanyakan dari kita masih “pasrah” pada tenaga kesehatan, atau rumah sakit bersalin untuk “menyelesaikan” masalah pemberian makan bayi setelah melahirkan.

Selain itu, kita juga masih tergantung pada kultur kekerabatan sehingga apa yang akan diberikan pada bayi kita nanti, atau bahkan dimana akan melahirkan, siapa yang membantu persalinan, semua dipasrahkan pada keluarga.

Baca Juga: ASI Di Awal Kelahiran

Ibu dan ayah hanya “ikut saja” apa yang sudah menjadi “tradisi keluarga,” sehingga ibu dan ayah menjadi kurang “berdaya” dalam membuat keputusan-keputusan fundamental dalam pemberian makan bayi dan anak.

Ibu dan ayah adalah kunci keberhasilan pemberian makanan bayi dan anak (PMBA) yang adequat. Ibu dan ayah harus memiliki cukup informasi tentang kehamilan sehat, tempat bersalin yang ramah ibu menyusui, apa yang harus diberikan pada bayi setelah melahirkan, masalah apa yang mungkin terjadi setelah melahirkan, bagaimana jika ASI belum keluar dan kemana harus mencari pertolongan jika memiliki kendala tentang menyusui.

Dan yang penting juga, sampaikan keputusan untuk memberi ASI kepada keluarga, ajak mereka diskusi tentang PMBA dan minta dukungannya untuk membantu ibu menyusui dengan tidak menyarankan atau memberikan makanan atau minuman lain selain ASI di masa ASI eksklusif.

Baca juga: Haruskan saya menyusui?

Setelah mengedukasi diri dan menyampaikan keputusan kepada keluarga, maka yang terakhir adalah “menyusuilah dengan keras kepala,” karena akan datang masa dimana para ibu membicarakan harga susu formula, iklan susu formula yang berseliweran setiap detik di televisi, dan akan datang masa dimana anak kita menjadi bahan perbandingan dengan anak orang lain, atau jika anak kita lebih kecil maka akan dibandingkan dengan anak yang diberi susu formula dan memiliki badan lebih besar.

Tetap edukasi diri, dan menyusuilah dengan keras kepala.

Ditulis oleh: dr. Fitra
Seorang dokter umum dan inisiator berdiri Gema Indonesia Menyusui, seorang konsultan menyusui (IBCLC) dan aktif sebagai konselor menyusui sejak 2007.