Variasi ASI dan Keunikan Komposisinya

  • 6 Juli 2013
  • 4,050 views
Variasi ASI dan Keunikan Komposisinya Perbedaan Kolostrum dan ASI Matang

ASI tidak akan pernah dapat ditiru, mungkin slogan ini relatif sudah biasa kita dengar, selain komposisi ASI yang memang lengkap dan sesuai kebutuhan, ASI juga bervariasi dan selalu berubah-ubah. Hebatnya perubahan dan variasi itu disesuaikan secara tepat dengan kebutuhan bayi saat itu, berbeda menurut usia bayi, berbeda juga dari awal sampai akhir menyusui, antar waktu menyusui dan lain-lain.Pembagian jenis ASI sangat variatif, secara spesifik mungkin banyak pembagiannya,  tapi secara global kita bagi saja menjadi dua fase, yaitu fase kolostrum dan fase ASI matang.

Fase pertama: Kolostrum terjadi sesaat setelah melahirkan sampai sekitar 2-3 hari, ada beberapa ibu bahkan sudah mengeluarkan ASI jauh sebelum melahirkan. jumlahnya sangat sedikit, kental, berwarna kekuningan atau jernih. Karena sedikitnya, bahkan sebagian ibu mengatakan bahwa ASInya tidak keluar, bahkan sebagian ibu memutuskan memberikan susu formula/makanan lain karena menganggap ASInya belum keluar.

Kolostrum dibuat untuk pertumbuhan mengutip kata-kata dr. Utami Roesli, Sp.A,FABM, IBCLC, bahwa kolostrum berfungsi untuk melabur usus bayi yang masih bolong-bolong, atau painting the gut. Kolostrum kaya akan protein yang mana sebagian besar isinya adalah immunoglobulin. Sangat penting untuk tetap menyusui saat ini agar bayi dapat merangsang ASI keluar, dan pemberian asupan lain akan menggantikan kolostrum, cairan emas yang hanya keluar 2-3 hari saja dan tidak tergantikan, sayang sekali pastinya.

Perbedaan ASI Awal dan ASI Akhir Perbedaan ASI Awal dan ASI Akhir

Fase kedua: yaitu fase ASI matang, setelah 2-3 hari ibu mulai merasa payudaranya berisi, lebih berat dari biasanya, dan ASI mulai terasa banyak, dan sebagian ibu mengatakan “ASI saya sudah keluar”. Ketika ibu merasakan hal itu artinya itu ASI matang, bukan lagi kolostrum.

ASI matang dibagi dalam dua bagian lain, yaitu ASI awal atau foremilk dan ASI akhir yang disebut hindmilk. Keduanya akan dikeluarkan setiap kali ibu menyusui. ASI awal banyak mengandung air, terlihat lebih bening, sedangkan ASI akhir lebih kental dan terlihat lebih putih, karena ASI akhir mengandung banyak lemak dan energi.

ASI awal dihasilkan dalam jumlah yang lebih banyak daripada ASI akhir, mengandung banyak protein, laktosa, dan zat-zat gizi lainnya, serta air yang banyak. Karena memperoleh ASI awal dalam jumlah banyak, maka semua kebutuhan airnya terpenuhi sekalipun ibu tinggal di daerah beriklim panas. Bayi tidak perlu lagi diberi air tambahan sebelum berusia 6 bulan.

Air tambahan yang kita berikan justru akan membuat bayi kita tidak mau menyusu atau menyusu lebih sedikit dari seharusnya, karena rasa hausnya terpenuhi oleh air tambahan tersebut, akibatnya bayi mendapat lebih sedikit energi, protein, dan zat gizi lain. ASI awal yang encer kadang juga membuat ibu-ibu menganggap ASI-nya tidak baik karena encer, atau ASI-nya basi, padahal ASI awal memang encer.

ASI akhir dihasilkan dalam jumlah yang lebih sedikit, tapi lemak yang dikandungnya akan memberi banyak energi.

Perubahan dari susu ’awal’  ke ’akhir’   tidak terjadi seketika dan juga tidak diketahui pasti kapan perubahannya terjadi, kandungan lemak meningkat sedikit demi sedikit sejak awal hingga akhir suatu proses menyusui. Karena itu penting sekali untuk tidak menghentikan bayi yang sedang menyusu terlalu cepat, atau menghentikannya sebelum bayi sendiri yang melepaskannya. Inilah yang disebut menyusu semau bayi, karena hanya dia yang tau kapan perubahan itu terjadi.

Ditulis oleh: admin
Kami adalah yayasan non profit yang bergerak di edukasi pemberian nutrisi bayi dan anak sejak lahir hingga usia 2 tahun

Konten Terkait