Pelajaran Dari Almarhumah AH: Semua Kita adalah Garda Terdepan Informasi Menyusui

  • 11 Desember 2019
  • 1,033 view
Pelajaran Dari Almarhumah AH: Semua Kita adalah Garda Terdepan Informasi Menyusui Seorang laki-laki sedang memegang handphone dan laptop

menyusui.info — Informasi menyusui yang kita anggap sudah diketahui banyak orang ternyata tidak demikian faktanya, masih banyak keluarga, ibu maupun ayah yang belum terpapar informasi bagaimana sebaiknya menyusui, kapan mulai memberi makan pada bayi, dan makanan apa yang cocok untuk bayi.

Kematian AH Menyadarkan Kita

Baru-baru ini, kita dikejutkan oleh meninggalnya AH, seorang bayi perempuan yang baru berusia 40 hari, meninggal dunia karena tersedak pisang saat disuapi oleh ibu kandungnya, sempat dibawa ke Puskesmas Kebon Jeruk, tetapi nyawanya tidak tertolong. (Kompas, Selasa, 09/12/2019).

Tentu ini menjadi pukulan berat untuk keluarga, terutama ibu karena kita semua tentu meyakini, tidak ada satu niatan buruk sedikitpun dari ibu untuk sang buah hatinya.

Sekaligus menjadi pembelajaran bagi kita, bahwa informasi menyusui, pemberian makan bayi dan anak memang belum menjangkau banyak kalangan.

Anggapan bahwa menyusui adalah proses alamiah mungkin menjadi salah satu faktor mengapa kita cenderung tidak terlalu tertarik pada informasi menyusui. Selain itu faktor gender, bahwa menyusui itu tugas ibu sehingga ayah atau laki-laki tidak perlu terlalu dalam mencampuri urusan pemberian makan bayi dan anak.

Informasi ASI dan menyusui memang tidak semasif informasi produk susu formula, yang dengan mudah kita dapat tonton setiap hari di televisi, hilir mudik tanpa henti di berbagai program televisi, yang dengan perlahan tetapi pasti merasuk ke dalam alam bawah sadar kita.

Sehingga anggapan “memberi ASI maupun susu formula, sama saja,” itu adalah buah yang mereka petik dari milyaran rupiah yang dikeluarkan untuk iklan dan propaganda.

Tentu hal ini karena mereka memiliki dana yang tidak terbatas untuk membuat iklan menarik, dan mempublikasinya secara masif.

Sedangkan informasi menyusui sangat terbatas, penyebarannya lebih banyak diusung oleh organisasi-organisasi swadaya masyarakat, dengan SDM dan kreatifitas seadanya, melalui media-media yang mereka bangun sendiri, tanpa buzzer atau influencer yang memiliki follower jutaan.

Tentu bukan tidak mau, tetapi mereka tidak memiliki cukup uang untuk membayar televisi, influencer maupun buzzer agar informasi menyusui dan pemberian makan bayi dan anak ini masif dan mencapai banyak kalangan.

Satu Harapan Terakhir

Satu-satunya harapan adalah, kepedulian masyarakat untuk mau membagi informasi menyusui ini ke tetangga, saudara terdekat, atau teman-temannya.

Sehingga informasinya menjadi masif dan akhirnya kita memiliki kesadaran bersama bahwa menyusui adalah penting yang harus dipelajari bersama, baik ibu, ayah dan keluarga.

Seandainya kita mau sedikit meluangkan waktu untuk membagi informasi menyusui ke lebih banyak orang, tentu akan dapat membantu banyak orang, baik secara kesehatan, maupun ekonomi, karena kita semua, setiap individu dari kita adalah garda terdepan informasi menyusui.

Apa Yang Dapat Kita Lakukan?

Hal sederhana yang dapat kita lakukan misalnya: Jika kita mampu menulis, maka menulislah, jika dapat menggambar meme atau infografik maka berkreasilah.

Jika mampunya hanya menshare atau membagikan informasi menyusui yang ada di media sosial maka bagikanlah, jika mampu untuk berbicara langsung maka bicaralah langsung dengan teman, saudara maupun kolega.

Jika mengetahui di tempat kita ada yang memiliki kompetensi tentang menyusui anjurkan mereka menemuinya.

Tetap semangat berbagi, edukasi diri, dan menyusuilah dengan keras kepala.

Yogyakarta, 09 Desember 2019

Ditulis oleh: wasugi
Ketua Gema Indonesia Menyusui dan salah satu founder dan relawan GIM, aktif sebagai konselor menyusui sejak tahun 2006. Penulis berdomisili di Yogyakarta.