MP-ASI 4 Bintang VS MP-ASI 4 Kuadran: Lemaknya dimana? Berikut Penjelasan Prof. Soekirman

  • 14 Juni 2020
  • 4,706 views
MP-ASI 4 Bintang VS MP-ASI 4 Kuadran: Lemaknya dimana? Berikut Penjelasan Prof. Soekirman Screenshot kanal Makan Bener - Akhir Minggu Bersama Guru

Prolog

Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) menu 4 Bintang sudah menjadi bagian penting dalam kampanye pemberian makanan bergizi seimbang yang merupakan program Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Saya pribadi sebagai seorang konselor PMBA sudah mengenal MP-ASI 4 Bintang sedari tahun 2011 ketika itu saya aktif sebagai konselor di Sentra Laktasi Indonesia (SELASI).

Saya dan banyak kawan saya lainnya mengikuti pelatihan Konseling Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) oleh UNICEF di Jakarta, waktu itu.

MP-ASI 4 Bintang menjadi semakin banyak dikenal dan terus dikampanyekan oleh berbagai organisasi yang concern terhadap pemberian makan bayi dan anak, termasuk Sentra Laktasi Indonesia (SELASI), Gema Indonesia Menyusui (GIM), Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), Ayah ASI, dan berbagai profesi lainnya yang berlatar belakang konselor PMBA.

MP-ASI 4 Bintang seperti oase, ketika 4 sehat 5 sempurna sudah tidak digunakan lagi, para penggiat makanan bayi dan anak kebingungan untuk mensosialisasikan pemberian makan bergizi seimbang dengan sederhana dan mudah dipahami berbagai kalangan.

Maka, ketika jargon ini muncul, dan diamini oleh berbagai pakar, bahkan dunia, beramai-ramailah dikampanyekan menu MP-ASI 4 Bintang ini.

Tetapi belakangan muncul satu jargon baru yang justru membuat beberapa konselor PMBA, termasuk saya kaget.

Para ibu mendapat informasi baru dengan jargon “4 Kuadran,” yang pada salah satu prinsipnya “mempertanyakan” ketiadaan lemak sebagai unsur penting dalam menu MP-ASI 4 Bintang tersebut.

Tidak sedikit dari ibu menganggap bahwa 4 Bintang sedikit ketinggalan jaman dibandingkan dengan 4 Kuadran.

“Saya tidak menggunakan 4 Bintang lagi, sekarang saya menggunakan 4 Kuadran,” ujar salah satu ibu pada kami ketika ditanya tentang menu MP-ASInya.

Sebenarnya apa itu MP-ASI 4 Bintang? Dan apa itu 4 Kuadran? Lalu apakah benar menu MP-ASI 4 Bintang tidak memperhatikan lemak sebagai asupan penting untuk bayi dan anak?

Sebelum kita membahas dengan detail, saya mau desclaimer terlebih dahulu, bahwa saya tidak dalam rangka mengkritik 4 Kuadran, tetapi untuk meluruskan informasi menu 4 Bintang.

Karena tentu saya tidak kompeten, maka yang akan saya paparkan adalah pendapat ahli, bukan pendapat saya pribadi.

Kita mulai dari definisi, agar kita memahami apa itu menu MP-ASI 4 Bintang dan apa itu menu 4 Kuadran.

MP-ASI 4 Bintang - Screenshot Modul Kementerian Kesehatan RI
MP-ASI 4 Bintang – Screenshot Modul Pelatihan Konseling PMBA, Kementerian Kesehatan RI

Apa itu MP-ASI 4 Bintang?

MP-ASI 4 Bintang artinya dalam satu porsi makan bayi dan anak harus terdiri dari 4 elemen atau 4 jenis makanan, 1 jenis makanan diistilahkan menjadi 1 bintang.

4 Bintang artinya 4 jenis atau kelompok makanan dalam 1 porsi makanan bayi dan anak, yaitu:

Bintang 1: Makanan pokok sebagai sumber karbohidrat, seperti nasi, roti, jagung, gandum, sagu, singkong, dan kentang.

Bintang 2: Makanan bersumber hewani, seperti daging sapi, ayam, hati, telur, dan ikan

Bintang 3: Kacang-kacangan, seperti kedelai, kacang hijau, kacang polong, dan kacang tanah, serta biji-bijian seperti wijen dan semua olahannya, misalnya tempe dan tahu.

Sedangkan Bintang 4: Buah dan sayur, seperti mangga, papaya, jeruk, pisang, nanas, alpukat, daun-daunan hijau, wortel, ubi jalar, labu, tomat, dan buanyak lagi.

Jika kita hanya memberi nasi dan sayur, berarti kita baru memberi menu 2 bintang. Agar menjadi 4 bintang, kita harus menambah makanan hewani dan kacang-kacangan.

Baca Juga: Menu MP-ASI 4 Bintang

4 kuadran
4 kuadran

Apa itu 4 Kuadran Makanan?

4 Kuadran secara prinsip sama, yaitu variasi jenis makanan atau kelompok makanan dalam 1 porsi makanan.

4 Kuadran terdiri dari: karbohidrat, protein (mengutamakan protein hewani), buah atau sayur, dan kuadran ke-4 adalah lemak.

4 Kuadran menekankan pentingnya ada lemak menjadi salah satu kuadran atau kelompok yang penting dalam variasi menu makanan bayi dan anak.

MP-ASI 4 Bintang dimana lemaknya?

MP-ASI 4 Bintang, lemaknya di mana? Ini yang menjadi salah satu berbedaan antara konsep menu 4 Kuadran dan 4 Bintang.

4 Bintang memang tidak menjadikan lemak sebagai satu bagian khusus di antara 4 kelompok makanan.

Sedangkan kita semua tahu bahwa lemak berfungsi menjaga keutuhan dan perkembangan dinding sel termasuk sel otak. Dengan adanya omega 3 dan omega 6 dalam lemak, sel otak bayi berkembang baik.

Berikut ini beberapa pernyataan yang mempertanyakan tentang konsep menu makanan 4 bintang yang dapat saya rangkum.

  • Konsep MP-ASI 4 bintang tidak mewajibkan lemak.
  • Menu MP-ASI 4 Bintang tidak mencukupi kebutuhan lemak bayi.
  • Porsi buah dan sayur pada menu 4 bintang terlalu banyak. Pemberian buah dan sayur yang terlalu banyak dapat mengenyangkan bayi sehingga karena kapasitas lambung masih kecil, bayi jadi tidak dapat mengkonsumsi makanan lain yang nutrisinya lebih penting.

Bagaimana menurut para ahli?

Kadang sebuah justifikasi perlu datang dari ahlinya, karena ada kalanya kita yang dilabeli orang awam tidak dipercaya, meski mungkin informasi yang kita sampaikan benar.

Hal ini tidak terlepas dari label kompetensi. Seorang yang tidak mempelajari IT berarti bukan ahli IT meski dia mampu atau mengerti tentang IT, misalnya.

Lalu kesempatan belajar langsung dari Mbah Buyut Ahli Gizi itu pun datang, yaitu acara live di Kanal Youtube Makan Bener bersama Prof. Soekirman, PhD.

Dengan tema “Akhir Minggu Bersama Guru”, Sabtu 13 Juni 2020 jam 15.00 – 17.00 yang ditayangkan secara langsung (live) di kanal Youtube Makan Bener dan dimoderasi oleh dr. Tan Shot Yen, membuat saya bersemangat untuk mengikuti dari awal sampai akhir.

Saya begitu sangat tertarik untuk mengikuti, siapa yang tidak kenal Prof. Soekirman? Seorang yang dikenal dengan Bapak Gizi Seimbang.

Selain sesi materi, di akhir juga nantinya ada sesi tanya jawab, sehingga saya langsung mengonsep pertanyaan agar ketika sesi dimulai saya akan langsung kirim.

Ini pertanyaan saya, saya bagi menjadi 3 bagian, karena di kanal youtube, hanya boleh memberi komentar langsung sebanyak 200 karakter.

“Prof izin, Saya Wasugi dari Gema Indonesia Menyusui (GIM), dalam variasi makanan pelatihan PMBA, Kemenkes, ada istilah 4 bintang, yaitu makanan pokok, hewani, buah dan sayur, dan kacang-kacangan.”

“Sekarang 4 bintang itu dipertanyakan karena katanya tidak mencukupi kebutuhan lemak bayi (tidak memasukan sebagai bagian variasi) dan terlalu banyak buah-sayur yang justru membuat bayi kekenyangan.”

“Pertanyaannya: sebenarnya variasi makanan untuk bayi yang ideal apa? apakah lemak sangat spesial, harus dijadikan satu variasi makanan?”

Setelah menunggu 1 jam 46 menit, pertanyaan saya pun dijawab, begini paparan para ahli.

“Lho, lemak itu ada di dalam komposisi makanan. Kalau karbohidrat saja memang gak ada lemaknya, tapi kalau dia diberi susu ada lemak, di daging ada lemak, di ikan ada lemak,” jawab Prof. Soekirman memulai menjawab.

Menurut beliau, lemak itu tidak harus minyak, lemak itu ada di dalam makanan.

“Justru kadang-kadang lebih tinggi daripada minyak,” lanjut Prof. Soekirman.

Keseimbangan variasi jenis makanan menurut beliau adalah kuncinya, apakah menu makanannya mengandung daging, telur, atau ikan, itu sudah pasti ada fat-nya atau lemak yang terkandung.

“Nda perlu diragukan, nda perlu dihitung, asal jumlahnya cukup,” papar Prof. Soekirman.

Kadang kita terlalu fokus terhadap lemak, padahal justru menurut beliau, yang tidak kalah penting tapi sering dilupakan bahwa anak juga membutuhkan mineral.

“Jangan lupa, bayi itu justru membutuhkan mineral. Mineral itu ada di dalam buah-buahan, ada di dalam daging, ada di dalam ikan, ada di dalam telur.”

“Jadi telur itu tidak hanya berisi protein, daging itu tidak hanya berisi protein, semua mineral ada di situ.”

“Itulah pentingnya makanan harus lengkap dan berimbang.”

Menurut beliau hal lain yang penting juga adalah lingkungan, sanitasi, dan kebersihan makanan maupun tempatnya, juga kontrol terhadap efektifitas makan yang diterima bayi dengan cara menimbang berat badan bayi.

KMS, menurut beliau adalah kunci penting untuk mengontrol berat badan bayi. Kita semua sebaiknya belajar, mengerti, dan mampu mengisi KMS sehingga tahu kenaikan berat badan anaknya.

Baca juga: Cara Membaca KMS

“Kita hanya ingat makanan, tapi tidak mengingat bahwa dampak makanan itu bagaimana mengukurnya, dampak makanan itu diukur dengan menimbang.” Tutur Sang Profesor.

Kemudian setelah jawaban Prof. Soekirman, dr. Tan menyimpulkan bahwa kalau masih ada yang mempertanyaan 4 bintang minyaknya ada di mana?

“Kita tidak bicara tentang karbohidrat, protein, dan lemak saja, kita berbicara tentang 4 jenis kelompok makanan, bahwa lemak itu sudah terintegrasi, incorporated di dalam yang namanya protein nabati dan protein hewani,” simpul dr. Tan.

Dr. Tan memberi contoh bahwa dalam protein hewani dan nabati juga mengandung unsur lemak.

“Jadi seperti misalnya kita memberikan anak kita ikan kembung, gak ada ikan kembung protein thok, dalam ikan kembung itu Omega 3-nya tinggi,”

“Kalau misalnya kita memberi anak kita sup kacang merah, nah di dalam kacang merah di dalam kemiri pun, itu yang disebut dengan lemaknya cukup tinggi.”

“Kita beri telur. Telur selain ada albumin yaitu protein, di dalam kuning telur juga sudah terdapat lemak yang juga sehat.”

Apa itu 4 Pilar Gizi Seimbang?

Sebenarnya, yang sangat penting juga dan perlu kita ketahui dalam pemberian makan bayi dan anak khususnya, umumnya pada kehidupan kita, adalah 4 Pilar Gizi Seimbang.

4 pilar gizi seimbang
4 pilar gizi seimbang

4 Pilar Gizi Seimbang dan penjelasannya oleh Prof. Soekirman

  1. Mengkonsumsi makanan bervariasi.
    “Aspek makanan itu beragam. Beragam itu kita gak perlu detail, pokoknya semakin banyak macamnya, semakin baik.” Jelas Prof. Soekirman.
  2. Pola hidup aktif dan berolah raga.
    “Anak-anak harus aktif bergerak. Kalau tidak, dia akan mudah sekali menjadi gemuk,” jelas Prof. Soekirman.
  3. Menerapkan pola hidup bersih dan sehat (sanitasi)
    “Kebersihan dan keamanan pangan, keamanan pangan itu termasuk makanan misalnya anak-anak suka jajan pake pewarna, itu dihindari jangan pake itu, yang kotor itu berbahaya,” lanjut beliau.
  4. Mengontrol berat badan
    “Timbang berat badan saudara, paling tidak sebulan sekali timbang, kalau berat badan saudara normal terus, artinya semua yang kita makan sudah pas,” tutup Prof. Soekirman.

Kesimpulan

  1. Fat atau lemak tidak hanya berbentuk minyak
  2. Lemak juga bisa didapat dari makanan hewani dan kacang-kacangan.
  3. MP-ASI 4 bintang, berarti juga di dalamnya sudah ada lemak yang cukup untuk pertumbuhan bayi dan anak.
  4. Semakin bervariasi makanan yang kita berikan, semakin baik.
  5. Selain lemak, bayi dan anak juga membutuhkan mineral, dan itu ada di dalam daging, buah, dan juga sayur.
  6. 4 bintang dan 4 kuadran sama-sama menyarankan variasi pemberian makanan bayi dan anak.
  7. Secara jenis bahan pangannya tidak ada perbedaan significant antara 4 bintang/kuadran
  8. Jangan lupa untuk menimbang berat badan bayi dan anak, untuk mengontrol apakah makanan yang dikonsumsi efektif dan cukup.
  9. Jaga selalu sanitasi dan kebersihan juga kemananan pangan.
  10. Kita juga harus memahami dan menerapkan 4 pilar gizi seimbang.

Referensi

Kanal Makan Bener: Akhir Minggu Bersama Guru, 1:46:30

Ditulis oleh: wasugi
Ketua Gema Indonesia Menyusui dan salah satu founder dan relawan GIM, aktif sebagai konselor menyusui sejak tahun 2006. Penulis berdomisili di Yogyakarta.